Rabu, 05 Mei 2010

CARA MEMBUKA MICROSOFT WORD

Perubahan versi microsoft word 2003 dan word 2007 sepertinya masih menyisakan sebuah masalah bagi beberapa orang, seperti yang sering terjadi di warnet saya. Sering kali mereka kesulitan membuka file Docx microsoft word 2007 di word 2003 yang terinstall di warnet saya . Awalnya kepikiran untuk mengupgrade ke microsoft word 2007, akan tetapi karena alasan tertentu gak jadi dilakukan, ribet juga soalnya nginstall lagi beberapa pc .

Sebenernya ada beberapa converter yang menyediakan jasa khusus untuk menconvert file docx ke file doc ( word 2003 ) , seperti di docx2doc.com , atau http://www.zamzar.com yang lumayan terkenal. akan tetapi proses ini memakan waktu yang cukup panjang juga alias ribet , belum lagi kalau ukuran filenya besar makan waktu uploadnya akan lama dan belum tentu struktur wordnya masih benar, kadang kala jadi acak acakan.

Solusi yang paling tepat dalam masalah ini adalah dengan menginstall program khusus yang memang dibuat oleh microsoft untuk masalah ini:

Microsoft Office Compatibility Pack for Word, Excel, and PowerPoint 2007 File Formats,

dengan menginstall pack ini kamu akan bisa membuka, mengedit file-file Microsoft Office Word, Excel, dan PowerPoint 2007 di office 2003 kamu.

download disini , ukuran file sekitar 27mb.

Setelah di download langsung install di komputer kamu.

Setelah di install coba cek microsoft word kamu , pasti sudah ada opsi untuk membuka file docx .

semoga berguna

FOTO MASA DI SEKOLAH

Hmm .. tak sabar kepengen cepat" tanggal 23-06-2012 .. wqwqwqw

CERITA LUCU

Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.

Guru: Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?

Murid: Bupati, Bu!!!

Guru: Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?

Murid: Gubernur, Bu!!

Guru: Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?

Murid: Presiden, Bu!!

Guru: Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?

Murid: Seharusnya sih Rakyat, Bu!!

Guru: Kok, pakai seharusnya?

Murid: Karena sekarang malah terbalik Bu guru.

Guru: Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?

Murid: Yang pasti mereka suka warna abu-abu.

Guru: Betul, terus apalagi?

Murid: Suka konspirasi politik.

Guru: Demi apa?

Murid: Kepentingan, Bu!!

Guru: Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?

Murid: Di televisi, Bu!

Guru: Karena apa?

Murid: Karena skandal dan kasus, Bu!!

Guru: Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?

Murid: Pasti sering mendadak tajir, Bu!!

Guru: Darimana, kok bisa gitu?

Murid: Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas.

Guru: Dari siapa?

Murid: Dari yang pengin diuntungkan.

Guru: Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?

Murid: Setiap hari, Bu!!

Guru: Kok bisa, alasannya?

Murid: Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat.

Guru: Biasanya yang dibahas apa?

Murid: Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.

Guru: Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?

Murid: Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!

Guru: Kenapa semestinya?

Murid: Karena aneh, Bu!

Guru: Aneh kenapa?

Murid: Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu.

Guru: Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya.

Murid: Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu.

Guru: Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?

Murid: Kan, nggak tahu malu, Bu.

· · · · · · · · · ·

KETAHUAN NYONTEK

Ini terjadi waktu saya masih duduk di kelas dua SMU.Pada hari senin, guru ekonomi mengadakan ulangan mendadak. Seperti biasa semua buku harus dimasukan kedalam tas dan taruh di laci.Pada pertengahan ulangan, saya sudah mentok,gak bisa mikir ataupun ngarang-2 jawaban lagi. Saya tengok kekiri, teman saya sedang asik nyontek dari buku, lalu dengan berbisik saya minta dibagi, dia bilang tunggu yah...Setelah dia selesai nyontek, dia tuliskan contekan itu disehelai kertas kecil kemudian direcek seperti sampah lalu dia melemparkan kearah saya. Namun sangat disayangkan lemparannya kurang kuat jadi gak sampai dibangku saya, saya harus berusaha jongkok untuk mengambil kertas tsb.Tapi karena saya sambil miring-2, kemudian miring lagi akhir saya terjatuh beserta bangku saya "GUBRAK!!!" Kelas yg hening seketika langsung kaget kemudian tertawa terbahak2 melihat saya jatuh untuk mengambil contekan.Otomatis ketahuan sama guru ekonomi, sambil tertawa dia bilang, "kalo mau nyontek jangan sampe ketahuan satu kelas donk!!!"Malu banget!!!